Sosial & Budaya

Tanglong Malam 19 Ramadan Meriah

TANJUNG – Malam ke 19 Ramadan di Kabupaten Tabalong, khususnya di Kecamatan Kelua tampak sangat berbeda dari biasanya. Suasana malam itu sangat meriah, karena kebanyakan warga setempat keluar dari rumah mereka untuk melihat Pawai Tanglong yang digelar Remaja Masjid Al Kiram Kelua.  

Ada sebanyak 30 peserta kelompok warga yang menampilkan berbagai pernak-pernik atau berbagai hiasan Islam pada kendaraan pawai tersebut. Namun menariknya, hiasan lampu-lampu berwarni-warni sangat menyolok di acara itu, sehingga menerangi gelapnya malam.

Puluhan kendaraan hias itu melintasi jalan raya di pusat kecamatan di wilayah selatan tersebut. Mulai dari Kantor Kecamatan Kelua sampai Terminal Kelua titik berkumpulnya. Setidaknya, ada sepanjang satu setengah kilometer lintasan yang dilaluinya.

Panitia Pelaksana, Antung Muhammad Noor, menjelaskan, acara pawai tanglong itu sudah ke delapan kalinya digelar sepanjang tahun, ketika memasuki Bulan Ramadan. Intinya untuk menyambut Lebaran Idul Fitri 1438 Hijriyah.

“Tema kali ini Islam Agama Rahmatan Lil Alamin,” katanya. Maksud dan tujuan tidak lain sebagai siar Islam dan menjelaskan bahwa agama ini bukanlah agama berpaham radikal dan terorisme.

Selain itu, juga berkeinginan mengajak para kaula muda setempat agar terhindar dari pergaulan bebas dan melakukan yang tidak sepantasnya. Seperti penyalahgunaan narkoba.

Kemeriahan Tanglong Kelua ini pun mendapat perhatian dari Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani beserta sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Tabalong lainnya.

Bupati sangat terpukau dengan acara tersebut, pasalnya sangat meraih. Itu dilihatnya dari jumlah peserta dan antusias masyarakat yang menonton festival. “Saya seperti tidak berada di Kelua, tetapi di ibu kota Tabalong,” katanya.

Untuk itu, bupati memberi apresiasi kepada para remaja Kelua, yang menurutnya bisa menciptakan cara cerdas dalam menyambut Idul Fitri 1438 Hijriyah. “Secara pribadi akan saya dukung terus kegiatan ini. Saya akan membantu biaya dan pelaksanaannya tahun depan,” ujarnya.

Menurut salah seorang warga, Said mengatakan, cara itu sangat meriah karena masyarakat yang menontonnya meluber sampai ke tengah jalan dan membuat kemacetan. “Tapi harus lebih kreatif hiasan tampilan pesertanya dan jarak lintasannya harus diperpanjang,” katanya. (ibn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
%d blogger menyukai ini: