Sosial & Budaya

Pertama Kalinya di Kalimantan Selatan, Menari Selama Enam Jam Dilakukan

MediaCenter,Tabalong – Tidak mengalami kendala yang berarti, Tarian yang dilakukan selama enam jam tanpa henti oleh Dwitiya Amanda Putri berjalan dengan lancar.

Menari selama enam jam tanpa henti itu dilakukan Dwitiya ketika pagelaran karasmin tari pada perayaan Hari Tari Sedunia di Ruang Terbuka Hijau, Taman Kambang Tanjung, Mabuun, Sabtu (5/5).

Terhitung dari jam empat sore hingga jam sepuluh malam, Dwitiya menggerakan tubuhnya sembari menyatu dengan penonton dan penari lainnya.

Dwitiya Amanda Putri merupakan seorang penari yang merupakan putri asli dari Tabalong yang tergabung dalam Komunitas Ruang Sampul (Seni Ampun Tabalong).

Ketika ditemui usai acara, Dwitiya menjelaskan bahwa tarian selama enam jam itu sudah dipersiapakan selama satu bulan.

“yang paling saya siapakan selain fisik tentunya mental, karena mental yang paling penting dalam menari” kata penari yang merupakan lulusan Jurusan Seni di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Selama menari berlangsung, Dwitya banyak melakukan gerakan-gerakan tubuh yang berimprovisasi sembari merespon keadaan disekitar.

“tadi selama menari gerakan yang saya lakukan adalah respon dari situasi-situasi yang ada disekitar serta merespon suara yang ada di sekeliling saya”jelasnya.

Sekedar diketahui, menari selama enam jam ini merupakan aksi yang pertama kali dilakukan di Kalimantan Selatan. Dwitiya merasa bangga bisa melakukan dan menyelesaikan tarian tersebut.

Disamping itu, Tarian yang diberi nama ‘Tubuh Satu Hati’ ini terinspirasi dari rasa kebersamaan dalam berkarya dari penari-penari yang ada di Tabalong.

Terlebih melalui tarian selama enam jam tersebut, wanita yang akrab disapa Wiwit ini ingin menyampaikan pesan kepada teman-teman sesama penari untuk terus berusaha dan mencoba untuk berkarya.

“karena menari tidak terbatas oleh tempat dan waktu” pungkasnya. (MCT/Gilang)

To Top
%d blogger menyukai ini: