Pedidikan

Warga Pedesaan Kini Punya Koleksi Buku Digital

MediaCenter,Tabalong – Keterbatasan waktu dan jarak perpusdes yang jauh dari rumah menjadi alasan sejumlah warga di desa untuk jarang membaca buku di Perpustakaan. Ini mengakibatkan kurangnya minat baca di kalangan masyarakat Tabalong.

Untuk menjawab permasalahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tabalong melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan meluncurkan terobosan terbaru yaitu Aplikasi Perpustakaan Digital e–Budi Desa.

e–Budi Desa ( Buku Digital Pedesaan ) adalah sebuah aplikasi Perpustakaan Digital untuk desa dengan berbasis android yang menyediakan berbagai macam koleksi buku – buku digital.

M. Rizal Halimi,SE selaku Kasi Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tabalong yang merancang aplikasi ini mengatakan e–Budi Desa ini menjawab permasalahan di masyarakat terutama yang tinggal di desa atas terbatas nya waktu atau kendala jarak untuk datang ke Perpustakaan Desa.

Kini hanya melalui e-Budi Desa, masyarakat Tabalong sudah bisa membaca dan meminjam berbagai jenis buku yang ada di perpustakaan dalam berbagai kondisi dan situasi. Dan buku – buku yang dibaca sudah lengkap dari berbagai kategori, seperti Agama, Pertanian, Kesehatan, Komputer hingga Buku Anak – anak.

“Jadi masyarakat bisa membaca buku kapan saja dan dimana saja melalui handphone masing – masing tanpa terkendala jarak, waktu maupun cuaca” Jelasnya ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat (14/12).

e-Budi Desa ini sudah memiliki fitur lengkap seperti mengingat halaman terakhir buku yang telah dibaca. Ditambah juga bisa diberikan tanda berupa coretan atau garis pada kalimat yang ada di buku tersebut. Hal ini menjadikan masyarakat yang membaca buku digital ini memiliki keistimewaan dibandingkan ketika membaca buku di perpustakaan yang tidak bisa dicoret atapun dilipat.

Rizal berharap aplikasi ini bisa membantu masyarakat untuk mulai membaca buku dan diharapkan minat dan kegemaran membaca masyarakat Tabalong khususnya di pedesaan dapat meningkat,karena menurutnya buku adalah salah satu cara dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat untuk lebih sejahtera.

“kini akses untuk memperoleh informasi sangat dekat, semoga masyarakat bisa memaksimalkannya dalam menambah ilmu pengetahuan” harapnya.

Saat ini e-Budi Desa sudah mengoleksi buku yang ada di tiga perpustakaan desa, yaitu desa Santu’un, Desa Padang Panjang, dan Desa Binturu. Aplikasi e–Budi Desa sudah tersedia di Playstore. (MC Tabalong/Gilang)

To Top
%d blogger menyukai ini: